Sabtu, 23 November 2019


TIPS MEMILIH PERGURUAN TINGGI
            Hai gaess…. Pada pembahasan kali ini aku akan kasih sedikit tips ni, untuk kalian yang akan masuk perguruan tinggi. Ide ini muncul dari banyaknya pengalaman-pengalaman dari teman-temanku yang katanya bingung mau masuk perguruan tinggi mana dan jurusan apa, nah pada akhirnya ada yang hanya ikut-ikutan teman. Untuk kalian semua yang akan kuliah, jangan sampai seperti itu ya gaes.. yuk kita sama-sama simak penjelasan berikut ini.
A.    Memilih Perguruan Tinggi
Pada kenyataannya, menentukan pilihan memiliki banyak dimensi dan dampak. Memilih merupakan bagian dari salah satu upaya pemecahan masalah sekaligus sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan. Proses pengambilan keputusan perlu dimengerti oleh lulusan Sekolah Menengah Atas sewaktu akan memasuki perguruan tinggi.
Munculnya tujuan biasanya dilatar belakangi oleh adanya masalah yang dihadapi oleh seseorang. Jika seorang lulusan SMA berkeinginan untuk melanjutkan studi, jelas bahwa siswa tersebut memang memiliki tujuan. Dalam benaknya sudah ada gambaran terkait masa depan yang terbaik, misalnya ingin menjadi dokter, guru, polisi, dan lain sebagainya. Bagi lulusan SMA yang bertujuan untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi, akan timbul masalah bila belum mendapat perguruan tinggi yang diharapkan, misalnya perguruan tinggi negeri. Karena terbatasnya daya tampung PTN, maka lulusan SMA perlu bersikap realistis dengan melakukan pembatasan masalah pada tujuan utama yang ingin dicapai yaitu melanjutkan studi. Dengan menganalisis masalah secara mendalam, maka dapat dilakukan pemecahan masalah dengan mencari jalan keluarnya.
Saat ini, di Indonesia terdapat banyak pilihan bagi lulusan SMA yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Banyaknya perguruan tinggi bertambah terus. Saat ini terdapat sekitar 50 PTN dan sekitar 1400 PTS. Karena banyaknya pilihan yang tersedia, maka perlu dilakukan pembatasan alternatif dengan menentukan kriteria-kriteria tertentu yang dipandang dapat mengantar ke arah tujuan yang hendak dicapai. Sebelum calon mahasiswa memilih perguruan tinggi, biasanya mereka memiliki beberapa faktor yang dijadikan dasar pertimbangan dalam mengambil keputusan. beberapa factor yang dijadikan dasar pertimbangan adalah sebagai berikut ini:
1. Minat 
Faktor utama yang harus kalian pertimbangkan adalah minat. Hampir boleh dipastikan, tidak ada mahasiswa yang berhasil dalam studinya jika itu bertentangan dengan minatnya. Orang lain, termasuk orang tua, boleh memberikan saran atau masukan apapun, tetapi kalian lah yang akan menjalani sekian tahun proses belajar di perguruan tinggi. Sudah terlalu sering kita mendengar kegagalan mahasiswa karena ketidakcocokan dengan bidang studi yang diminatinya.kalian jangan sampai seperti itu ya..

2. Biaya 
Ini adalah faktor terpenting berikutnya yang harus kalian perhitungkan. Kuliah di perguruan tinggi melibatkan banyak komponen biaya, mulai dari pendaftaran, biaya praktikum, biaya KKN, dan sebagainya. Selain itu masih perlu dipikirkan biaya-biaya tidak langsung, seperti biaya kos, biaya hidup, biaya transportasi, biaya buku, biaya foto copy, dan lain-lain.  Sebelum mendaftar ke perguruan tinggi, perlu ditanyakan semua komponen biaya yang harus kalian bayarkan di perguruan tinggi yang bersangkutan. Tanyakan juga waktu pembayarannya. Hal yang demikian perlu diperhitungkan jika tidak ingin gagal.
3. Status Akreditasi 
Status akreditasi sering digunakan sebuah perguruan tinggi negeri maupun swasta, untuk mengiklankan dirinya. Status akreditasi menunjukkan mutu atau kinerja suatu perguruan tinggi dalam menyelenggarakan suatu program studi. Status ini diberikan oleh Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) setelah diadakan penilaian tentang semua unsur yang diperlukan, seperti fasilitas pendidikan, perbandingan dosen tetap dan mahasiswa, kurikulum pendidikan, dan sebagainya. Namun demikian, tidak semua orang memahami dengan jelas tentang status ini dan tampaknya banyak perguruan tinggi yang memanfaatkan ketidaktahuan tersebut. 
Lalu… Bagaimana caranya mengetahui status akreditasi suatu prodi di suatu perguruan tinggi ya? Jangan khawatir.. Kini hampir setiap perguruan tinggi telah mempunyai website yang menjelaskan segala hal yang terkait dengan perguruan tinngi tersebut.
4. Jalur dan Jenjang Pendidikan 
Berapa lama seorang mahasiswa menghabiskan waktu di bangku kuliah? Selain ditentukan oleh kemampuan mahasiswa tersebut, hal ini juga tergantung dari jalur/jenjang pendidikan yang diambil. Pendidikan tinggi di Indonesia mengenal dua jalur pendidikan, yaitu jalur akademik (jenjang sarjana) dan jalur profesional (jenjang diploma). Jalur akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan jalur profesional menekankan pada penerapan keahlian tertentu. Dalam kaitannya dengan waktu, jenjang sarjana membutuhkan waktu lebih lama (minimal 8 semester) dibandingkan dengan jenjang diploma (2 semester untuk D1 dan 6 semester untuk D3). Hal ini tentu sangat berpengaruh pada biaya yang harus anda sediakan. Banyak orang, yang karena keterbatasannya, lebih memilih jenjang diploma dengan harapan cepat lulus dan mendapat pekerjaan. 
Akan tetapi, Perlu diketahui bahwa jenjang diploma dirancang sebagai jenjang terminal. Artinya, lulusannya dipersiapkan untuk langsung memasuki dunia kerja, bukan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, meskipun sekarang ada program lintas jalur, dari diploma ke sarjana). Hal ini berbeda dengan jenjang sarjana, yang membuka kesempatan lulusannya untuk terus mengembangkan ilmunya ke jenjang yang lebih tinggi.
5. Gelar dan Sebutan 
Setelah lulus dari perguruan tinggi, seseorang akan mendapat ijazah dan gelar akademis, seperti Sarjana Sains (S.Si), Sarjana Pendidikan Sains (S.Pd.Si.), Sarjana Hukum (S.H.), Sarjana Ekonomi (SE), dan lainnya. Gelar akademis ini diberikan kepada mereka yang menyelesaikan pendidikan melalui jalur akademik (jenjang sarjana). Sedangkan bagi yang menempuh jenjang atau jalur profesional (jenjang diploma) tidak memperoleh gelar akademis melainkan sebutan profesional, seperti Ahli Madya Komputer (AMd Komp). Sebutan ini mungkin belum terlalu memasyarakat dan kadang-kadang dianggap kurang bergengsi.
6. Fasilitas Pendidikan 
Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses pembelajaran yang baik. Fasilitas pendidikan pada suatu perguruan tinggi lebih pada ketersediaan dan kelengkapan  untuk menunjang keberhasilan mahasiswa.
7. Kualitas dan Kuantitas Dosen 
Nah sebelum mendaftar, kalian sebagai calon mahasiswa perlu mengetahui banyaknya dosen tetap di suatu perguruan tinggi. Perhatikan juga berapa dosen yang bergelar S2, S3, atau yang sudah bergelar profesor. Bagaimanapun juga kualitas mahasiswa sangat ditentukan oleh kualitas keilmuan mereka.
B. Jalur Masuk Perguruan Tinggi Negeri 

Perguruan Tinggi Negeri (PTN) masih menjadi pilihan utama para lulusan SMA. Terdapat beberapa jalur masuk perguruan tinggi negeri, salah satu di antaranya adalah melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) yang diselenggarakan secara serentak oleh semua perguruan tinggi negeri di Indonesia. Selain itu, terdapat juga jalur ujian masuk yang diselenggarakan beberapa PTN yang telah berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN), seperti UGM dan ITB.
Selain melalui jalur seleksi, PTN juga membuka jalur penelusuran bakat dan minat calon mahasiswa, yakni Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) atau Penelusuran Bibit Unggul (PBU). Perlu diketahui, untuk melalui jalur ini, seorang calon mahasiswa harus memiliki prestasi akademik yang baik, kematangan kepribadian, serta berprestasi dalam kegiatan kemasyarakatan. Secara umum, pertimbangan untuk diterima dalam program PMDK adalah kualitas akademik siswa sejak kelas 1 SMA yang salah satunya ditunjukkan oleh nilai rapor. 
Baiklah teman-teman…. Itu tadi sedikit tips ya buat kalian yang akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Ingat ya jangan asal memilih jurusan dalam perguruan tinggi, apalagi hanya karna ikut-ikut jejak teman, jangan sampai ya. usahakan sesuaikan dengan minat dan kemampuan kita … 
semoga bisa bermanfaat.


 SUMBER  :
Ali Mahmudi. 2006. Tips Memilih Perguruan Tinggi.


TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI BK
Sebelum kita membahas lebih lanjut, perlu kita ketahui bahwa Bimbingan dan Konseling juga memerlukan teknologi ya… TI dalam BK sangat penting. Guru BK ataupun konselor sangat memerlukan TI untuk beberapa kegiatan-kegiatan dan tugasnya. Sebenarnya apa itu yang dimaksuud TI dalam BK ya? dan seberapa penting TI dalam BK?. Untuk lebih jelasnya yuk kita simak pemaparan berikut ini..
A.    Urgensi TI Dalam Bimbingan dan Konseling
Teknologi informasi merupakan elemen penting dalam kehidupan, pada saat ini teknologi informasi mempunyai peran yang sangat besar pada setiap aktivitas manusia. Teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling merupakan pendukung semua kegiatan atau dukungan system sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu atau siswa, yang dilaksanakan dengan berbagai macam layanan. Tujuan bimbingan dan konseling menggunakan teknologi informasi dalam melakukan pelayanan yaitu:
1.      Easy to use (Mudah digunakan)
2.      Easy to manage (mudah di atur)
3.      Simple (tidak rumit)
4.      Dynamic (dinamis)
Layanan dalam bimbingan dan konseling dengan adanya TI tidak hanya dapat dilakukan secara bertemu atau tatap muka saja, tetapi layanan bimbingan dan konseling juga dapat dilaksanakan secara tidak langsung, dengan memanfaatkan media atau teknologi yang ada. Metode penggunaan dalam memberikan layanan diantaranya sebagai berikut:

1.      Online
Online mengandung arti telekomunikasi peer to peer yang membuat dua orang terhubung.   E-counseling adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses konseling secara online. Layanan ini merupakan upaya yang dapat digunakan konselor untuk mengurangi masalah yang dihadapi oleh konseli. Beberapa cara yang dapat digunakan diantaranya:
a.       Web Blog
Teman-teman pasti sudah mengerti ya apa itu Web Blog..
Dalam bimbingan konseling Web Blog merupakan penyedia informasi bagi konseli tentang semua hal yang dibutuhkan untuk mengembangkan dirinya. Misalnya terkait dengan informasi karir, dan sebagainya
b.      Website
Merupakan sebuah situs web yang dirancang dan dibangun khusus untuk pelayanan konseling. Disini, konseli dapat melakukan prosedur registrasi dan dapat layanan konseling yang lebih lengkap, serta didukung oleh aplikasi lain, seperti Email, Chating, Video Conference, dan lain-lain.
c.       Social Media
Aplikasi ini dapat diakses dengan mudah melalui handphone yang terkoneksi internet. Dengan social media kita dapat melakukan layanan konseling, baik individu maupun kelompok. Dengan aaplikasi ini, didalamnya dapat terjalin diskusi, sharing, berkirim pesan, chating, dan membuat group atau forum. Konselor dapat menggunakan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan.
d.      Chating/Instan Messanger
Metode ini biasanya digunakan untuk proses konseling jarak jauh, berkirim pesan cepat dilengkapi dengan video. Digunakan apabila ada seseorang yang memerlukan penanganan dengan segera tetapi terhalang jarak dan waktu. Contoh aplikasinya seperti Mrc, Mig33, Yahoo Mesanger, dan lain-lain. 
e.       Email
Email merupakan salah satu media yang dianggap cepat dan terjaga privasinya untuk menyampaikan curahan hati kepada konselor. Konseling melalui Email sering disebut Email Therapy.
f.       Short Message Service (SMS)
Adalah media yang paling digemari, karena dengan menggunakan SMS akan semakin terjangkau perangkat yang dibutuhkan guna tersampainya pesan yang ingin disampaikan dari klien kepada konselor ataupun sebaliknya.
Dari beberapa metode yang telah disebutkan, sebenarnya masih banyak metode lain yang dapat digunakan dalam layanan koseling. Oh iya gaess….. selain metode online, kita juga dapat menggunakan metode ofline ya, untuk lebih jelasnya mari kita ke pembahasan selanjutnya

2.    Ofline
Penggunaan teknologi dalam layanan bimbingan dan konseling dengan metode ofline, lebih kepada pemanfaatan computer sebagai media pengolahan data serta alat bantu dalam layanan bimbingan dan konseling. Misalnya dengan menggunakan berbagai program computer seperti Microsoft Power Point,  Video Player, dan beberapa media interaktif lain dalam melayani siswa. Serta beberapa program pengolah data seperti Microsoft Excel, Microsoft Access, serta visual Basic kini tersedia terutama dalam membantu konselor dengan menampilkan layanan yang prima terhadap klien.
B.     Implementasi Cyber Counseling

Menurut Linda Eriyanti (2012), implementasi Cyber Counseling dapat dilaksanakan melalui kegiatan:
a.       Marketing Layanan Konseling
Adalah sosialisasi konseling maya kepada berbagai pihak dengan tujuan agar model konseling maya ini dapat diketahui secara meluas oleh public. Caranya dapat melalui iklan, internet, brosur, dan lain-lain.
b.      Penyampaian layanan konseling
Yaitu layanan proses dan penilaian konseling dengan menggunakan internet dalam berbagai lingkup layanan seperti karir, priadi, social, dan sebagainya. Layanan konseling dapat berupa penyampaian informasi, pengumpulan data, penyelesaian berbagai masalah, dan sebagainya.
c.       Penyediaan materi “Self Help”
Adalah seperangkat materi yang dapat memberikan layanan sedemikian rupa, dan konseli dapat bertindak secara mandiri dengan dipandu oleh materi Self Help.
d.      Supervisi dan riset
Adalah kegiatan untuk memberikan supervise kepada seorang konselor yang menggunakan internet untuk mengevaluasi langkah yang telah ditempuh, serta tindak lanjut untuk kedepannya.

Beberapa masalah yang timbul dan harus diwaspadai secara cermat antara lain:
1.      Isu-isu etika, hal-hal yang terkait adalah:
-          Kerahasiaan
-          Validitas data
-          Penyalahgunaan computer atau konselor
-          Kurangnya pemahaman konselor terkait lokasi dan lingkungan konseli
-          Keseimbangan akses terhadap internet dan jalan raya informasi
-          Kepedulian terhadap kerahasiaan pribadi
-          Kredibilitas konselor

C.    Manfaat TI Dalam Layanan Bimbingan dan Konseling
Sebagai siswa atau konseli sebagai subyek yang mendapatkan pelayanan bimbingan dan konseling:
1.      Memicu ketertarikan minat untuk mengikuti bimbingan dan konseling dengan penuh dukungan minat, sikap, perhatian, motivasi. Sehingga merasa betah untuk melibatkan dirinya dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling.
2.      Memperoleh kemudahan proses, efisiensi waktu dan tenaga dalam kegiatan, karena dengan menggunakan media dengan berbasis TI dapat menghilangkan kebosanan
Selain itu, manfaat TI bagi konselor adalah:
a.       Menjadikan konselor sebagai pribadi yang terlatif, efektif, dan efisien dalam penggunaan ICT
b.      Menjadikan konselor sebagai pendidik yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan dan penggunaan TI
c.       Menjadikan konselor lebih terampil terhadap tren penggunaan teknologi dalam bimbingan dan konseling
d.      Menjadikan konselor memiliki kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber teknologi yang dapat digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling
e.       Meningkatkan kemampuan asesmen terhadap efektifikas penggunaan media computer dalam penyelenggaraan bimbingan dan konseling

SUMBER :
Eriyanti, Linda. 2012. Teknologi Informasi Dalam Bimbingan dan Konseling. tersedia di febryrambe252.blogspot.com/2016/10/pelayanan-konseling-berbasis-ti.html?m=1

Jumat, 15 November 2019




PEMAHAMAN INDIVIDU



       Pengertian pemahaman individu 

                     Menurut Aiken (1997) pemahaman individu diartikan sebagai “Appraising the presence or magnitude of one or more personal characteristic.assessing human behavior and mental processes includes such procedures as observations, interviews, rating scale, checklist, inventories, projective techniques, and tests” dapat diidentifikasi bahwa pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami, menilai, atau menaksir karakteristik, potensi, dan masalah-masalah atau gangguan-gangguan yang ada pada individu atau kelompok. Cara yang digunakan melalui observasi, interview, skala penilaian, daftar cek, inventori, projektif, dan beberapa jenis tes.
Pemahaman dan penilaian itu dimaksudkan untuk kepentingan pemberian bantuan bagi pengembangan potensi yang ada atau penyelesaian masalah yang dihadapi. Perlunya pemahaman individu dalam dalam bimbingan dan konseling sebagai berikut:
a.       Di dalam bimbingan dan konseling, kita tidak mungkin dapat memberikan pertolongan kepada seseorang sebelum kita kenal atau paham dengan orang tersebut
b.      Salah satu yang penting dalam bimbingan dan konseling adalah memahami individu secara keseluruhan baik dari segi masalah maupun latar belakangnya.
Pemahaman individu dalam layanan bimbingan dan konseling bertujuan agar:
1.      Kita semakin mampu menerima keadaan individu, kekurangan dan kelebihan yang dimiliki
2.      Kita semakin mampu memperlakukan siswa sebagaimana mestinyadalam arti lain mampu memberikan bantuan seperti yang dikehendaki siswa
3.      Kita terhindar dari gangguan komunikasi, sehingga mampu menciptakan relasi yang semakin baik
Apa yang perlu dikenal dari setiap sasaran? Mari kita lanjutkan pembahasan berikut ini. Yang perlu dikenal dari sasaran atau individu adalah sebagai berikut:
a.       Mengenal pribadinya (hakikat individu dan kebutuhannya)
b.      Mengenal masalah dan perkembangannya
c.       Mengenal reaksi individu dalam menghadapi masalah
d.      Mengenal cara individu dalam menghadapi masalah

Dalam melakukan asesmen, dapat digunakan berbagai instrument yang dikelompokkan menjadi dua, yaitu dengan cara tes dan non tes.menurut Anastasi (2006) kedua alat tersebut dapat berfungsi saling melengkapi, artinya kepada individu setelah dilakukan wawancara atau observasi kemudian lanjut ke teknik tes, atau sebaliknya.
Aiken (1997) dalam bukunya menunjukkan bahwa manusia pada kenyataannya berbeda-beda dalam kemampuan berfikirnya, karakter pribadinya, dan tingkah lakunya. Semua itu dapat di ukur melalui bermacam-macam cara. Aiken berpendapat bahwa ada beberapa jenis tes, diantaranya sebagai berikut:
1.      Dilihat dari penyusunannya, tes dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu
-     Tes Standar, adalah tes yang disusun oleh para ahli dan diperoleh dari hasil uji coba dengan sampel yang representative dari populasi dimana tes tersebut digunakan, ia memiliki instruksi dan scoring atau norma penilaian yang pasti.
-          Tes Non Standar, adalah tes yang disusun oleh guru disekolah
2.        Dilihat dari jumlah subyek yang dikenai tes
-          Tes individu, adalah tes yang dikenakan pada satu orang testee
-          Tes kelompok, dapat dilakukan untuk beberapa orang
3.        Dilihat dari waktu yang disediakan
-          Tes kecepatan, yaitu tes yang terdiri dari sejumlah banyak item yang mudah, tetapi waktunya dibatasi hampir tidak ada orang yang dapat menyelesaikan semua soal
-          Tes kemampuan, tes ini berisi beberapa item yang sangat sulit dan memerlukan pengetahuan yang sangat luas, waktu yang diberikan tidak sesempit tes kecepatan.
4.       Dilihat dari cara koreksinya
-          Tes obyektif, adalah tes yang kunci jawabannya telah ditetapkan sehingga bisa dikoreksi oleh siapapun
-          Tes non objektif, adalah tes yg standar skornya benar-benar subyektif, lain orang yang mengoreksi maka lain pula hasilnya.
5.      Dilihat dari isinya atau tugas yang dikerjakan
-          Tes verbal, berupa kata-kata, diagram, atau teka-teki
-     Tes perbuatan, tes yang mengharuskan testee memainkan atau menggerakan obyek, seperti pasak dalam lubang, menyusun benda-benda
6.      Dilihat dari proses mental
-          Tes kognitif, adalah tes yang mengukur proses dan hasil aktifitas mental, dan juga tes prestasi dan kecerdasan. Tes prestasi mengukur pengetahuan akademik dan pekerjaan, fokusnya pada perubahan perilaku seseorang setelah ia belajar. Sedangkan tes kecerdasan, memusatkan pada perilaku yang akan datang, yaitu bagaimana kemampuan belajar seseorang.
-          Tes Affective, yaitu tes yang dirancang untuk mengukur minat, sikap, nilai-nilai, motiv, temperament, dan sifat, serta hal-hal yang tidak termasuk kategori selain kecerdasan.

SUMBER :
Rahardjo, susilo dan Gudnanto. 2013. Pemahaman Individu Teknik Non Tes. Jakarta: Prenada Media Group
Sutoyo, Anwar. 2014. Pemahaman Individu (Observasi, Cheklis, Interview, Kuesioner, Sosiometri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

TIPS MEMILIH PERGURUAN TINGGI             Hai gaess…. Pada pembahasan kali ini aku akan kasih sedikit tips ni, untuk kalian yang aka...