TIPS MEMILIH PERGURUAN TINGGI
Hai gaess…. Pada pembahasan kali ini
aku akan kasih sedikit tips ni, untuk kalian yang akan masuk perguruan tinggi.
Ide ini muncul dari banyaknya pengalaman-pengalaman dari teman-temanku yang
katanya bingung mau masuk perguruan tinggi mana dan jurusan apa, nah pada
akhirnya ada yang hanya ikut-ikutan teman. Untuk kalian semua yang akan kuliah,
jangan sampai seperti itu ya gaes.. yuk kita sama-sama simak penjelasan berikut
ini.
A.
Memilih
Perguruan Tinggi
Pada kenyataannya, menentukan pilihan
memiliki banyak dimensi dan dampak. Memilih merupakan bagian dari salah satu
upaya pemecahan masalah sekaligus sebagai bagian dari proses pengambilan
keputusan. Proses pengambilan keputusan perlu dimengerti oleh lulusan Sekolah
Menengah Atas sewaktu akan memasuki perguruan tinggi.
Munculnya tujuan biasanya dilatar belakangi
oleh adanya masalah yang dihadapi oleh seseorang. Jika seorang lulusan SMA
berkeinginan untuk melanjutkan studi, jelas bahwa siswa tersebut memang
memiliki tujuan. Dalam benaknya sudah ada gambaran terkait masa depan yang
terbaik, misalnya ingin menjadi dokter, guru, polisi, dan lain sebagainya. Bagi
lulusan SMA yang bertujuan untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi, akan
timbul masalah bila belum mendapat perguruan tinggi yang diharapkan, misalnya
perguruan tinggi negeri. Karena terbatasnya daya tampung PTN, maka lulusan SMA
perlu bersikap realistis dengan melakukan pembatasan masalah pada tujuan utama
yang ingin dicapai yaitu melanjutkan studi. Dengan menganalisis masalah secara
mendalam, maka dapat dilakukan pemecahan masalah dengan mencari jalan keluarnya.
Saat ini, di Indonesia terdapat banyak
pilihan bagi lulusan SMA yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Banyaknya perguruan tinggi bertambah terus. Saat ini terdapat sekitar 50 PTN
dan sekitar 1400 PTS. Karena banyaknya pilihan yang tersedia, maka perlu
dilakukan pembatasan alternatif dengan menentukan kriteria-kriteria tertentu
yang dipandang dapat mengantar ke arah tujuan yang hendak dicapai. Sebelum
calon mahasiswa memilih perguruan tinggi, biasanya mereka memiliki beberapa faktor
yang dijadikan dasar pertimbangan dalam mengambil keputusan. beberapa factor
yang dijadikan dasar pertimbangan adalah sebagai berikut ini:
Faktor utama yang harus kalian
pertimbangkan adalah minat. Hampir boleh dipastikan, tidak ada mahasiswa yang berhasil
dalam studinya jika itu bertentangan dengan minatnya. Orang lain, termasuk
orang tua, boleh memberikan saran atau masukan apapun, tetapi kalian lah yang
akan menjalani sekian tahun proses belajar di perguruan tinggi. Sudah terlalu sering
kita mendengar kegagalan mahasiswa karena ketidakcocokan dengan bidang studi
yang diminatinya.kalian jangan sampai seperti itu ya..
2.
Biaya
Ini adalah faktor terpenting berikutnya
yang harus kalian perhitungkan. Kuliah di perguruan tinggi melibatkan banyak
komponen biaya, mulai dari pendaftaran, biaya praktikum, biaya KKN, dan sebagainya.
Selain itu masih perlu dipikirkan biaya-biaya tidak langsung, seperti biaya
kos, biaya hidup, biaya transportasi, biaya buku, biaya foto copy, dan
lain-lain. Sebelum mendaftar ke
perguruan tinggi, perlu ditanyakan semua komponen biaya yang harus kalian
bayarkan di perguruan tinggi yang bersangkutan. Tanyakan juga waktu
pembayarannya. Hal yang demikian perlu diperhitungkan jika tidak ingin gagal.
3.
Status Akreditasi
Status akreditasi sering digunakan
sebuah perguruan tinggi negeri maupun swasta, untuk mengiklankan dirinya.
Status akreditasi menunjukkan mutu atau kinerja suatu perguruan tinggi dalam
menyelenggarakan suatu program studi. Status ini diberikan oleh Badan Akreditas
Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) setelah diadakan penilaian tentang semua
unsur yang diperlukan, seperti fasilitas pendidikan, perbandingan dosen tetap
dan mahasiswa, kurikulum pendidikan, dan sebagainya. Namun demikian, tidak
semua orang memahami dengan jelas tentang status ini dan tampaknya banyak
perguruan tinggi yang memanfaatkan ketidaktahuan tersebut.
Lalu… Bagaimana caranya mengetahui
status akreditasi suatu prodi di suatu perguruan tinggi ya? Jangan khawatir.. Kini
hampir setiap perguruan tinggi telah mempunyai website yang menjelaskan segala
hal yang terkait dengan perguruan tinngi tersebut.
4.
Jalur dan Jenjang Pendidikan
Berapa lama seorang mahasiswa
menghabiskan waktu di bangku kuliah? Selain ditentukan oleh kemampuan mahasiswa
tersebut, hal ini juga tergantung dari jalur/jenjang pendidikan yang diambil.
Pendidikan tinggi di Indonesia mengenal dua jalur pendidikan, yaitu jalur
akademik (jenjang sarjana) dan jalur profesional (jenjang diploma). Jalur
akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan jalur
profesional menekankan pada penerapan keahlian tertentu. Dalam kaitannya dengan
waktu, jenjang sarjana membutuhkan waktu lebih lama (minimal 8 semester)
dibandingkan dengan jenjang diploma (2 semester untuk D1 dan 6 semester untuk
D3). Hal ini tentu sangat berpengaruh pada biaya yang harus anda sediakan.
Banyak orang, yang karena keterbatasannya, lebih memilih jenjang diploma dengan
harapan cepat lulus dan mendapat pekerjaan.
Akan tetapi, Perlu diketahui bahwa
jenjang diploma dirancang sebagai jenjang terminal. Artinya, lulusannya
dipersiapkan untuk langsung memasuki dunia kerja, bukan untuk melanjutkan
pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, meskipun sekarang ada program
lintas jalur, dari diploma ke sarjana). Hal ini berbeda dengan jenjang sarjana,
yang membuka kesempatan lulusannya untuk terus mengembangkan ilmunya ke jenjang
yang lebih tinggi.
5.
Gelar dan Sebutan
Setelah lulus dari perguruan tinggi,
seseorang akan mendapat ijazah dan gelar akademis, seperti Sarjana Sains
(S.Si), Sarjana Pendidikan Sains (S.Pd.Si.), Sarjana Hukum (S.H.), Sarjana
Ekonomi (SE), dan lainnya. Gelar akademis ini diberikan kepada mereka yang
menyelesaikan pendidikan melalui jalur akademik (jenjang sarjana). Sedangkan
bagi yang menempuh jenjang atau jalur profesional (jenjang diploma) tidak
memperoleh gelar akademis melainkan sebutan profesional, seperti Ahli Madya
Komputer (AMd Komp). Sebutan ini mungkin belum terlalu memasyarakat dan
kadang-kadang dianggap kurang bergengsi.
6.
Fasilitas Pendidikan
Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup
untuk menjamin berlangsungnya proses pembelajaran yang baik. Fasilitas
pendidikan pada suatu perguruan tinggi lebih pada ketersediaan dan kelengkapan untuk menunjang keberhasilan mahasiswa.
7.
Kualitas dan Kuantitas Dosen
Nah sebelum mendaftar, kalian sebagai
calon mahasiswa perlu mengetahui banyaknya dosen tetap di suatu perguruan
tinggi. Perhatikan juga berapa dosen yang bergelar S2, S3, atau yang sudah
bergelar profesor. Bagaimanapun juga kualitas mahasiswa sangat ditentukan oleh
kualitas keilmuan mereka.
B. Jalur Masuk Perguruan Tinggi
Negeri
Perguruan Tinggi Negeri (PTN) masih
menjadi pilihan utama para lulusan SMA. Terdapat beberapa jalur masuk perguruan
tinggi negeri, salah satu di antaranya adalah melalui jalur Seleksi Penerimaan
Mahasiswa Baru (SPMB) yang diselenggarakan secara serentak oleh semua perguruan
tinggi negeri di Indonesia. Selain itu, terdapat juga jalur ujian masuk yang
diselenggarakan beberapa PTN yang telah berstatus Badan Hukum Milik Negara
(BHMN), seperti UGM dan ITB.
Selain melalui jalur seleksi, PTN juga
membuka jalur penelusuran bakat dan minat calon mahasiswa, yakni Penelusuran
Minat dan Kemampuan (PMDK) atau Penelusuran Bibit Unggul (PBU). Perlu
diketahui, untuk melalui jalur ini, seorang calon mahasiswa harus memiliki
prestasi akademik yang baik, kematangan kepribadian, serta berprestasi dalam
kegiatan kemasyarakatan. Secara umum, pertimbangan untuk diterima dalam program
PMDK adalah kualitas akademik siswa sejak kelas 1 SMA yang salah satunya
ditunjukkan oleh nilai rapor.
Baiklah teman-teman…. Itu tadi sedikit
tips ya buat kalian yang akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Ingat ya
jangan asal memilih jurusan dalam perguruan tinggi, apalagi hanya karna
ikut-ikut jejak teman, jangan sampai ya. usahakan sesuaikan dengan minat dan
kemampuan kita …
semoga bisa bermanfaat.
SUMBER :
Ali Mahmudi. 2006. Tips Memilih Perguruan Tinggi.





