Sabtu, 23 November 2019


TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI BK
Sebelum kita membahas lebih lanjut, perlu kita ketahui bahwa Bimbingan dan Konseling juga memerlukan teknologi ya… TI dalam BK sangat penting. Guru BK ataupun konselor sangat memerlukan TI untuk beberapa kegiatan-kegiatan dan tugasnya. Sebenarnya apa itu yang dimaksuud TI dalam BK ya? dan seberapa penting TI dalam BK?. Untuk lebih jelasnya yuk kita simak pemaparan berikut ini..
A.    Urgensi TI Dalam Bimbingan dan Konseling
Teknologi informasi merupakan elemen penting dalam kehidupan, pada saat ini teknologi informasi mempunyai peran yang sangat besar pada setiap aktivitas manusia. Teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling merupakan pendukung semua kegiatan atau dukungan system sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu atau siswa, yang dilaksanakan dengan berbagai macam layanan. Tujuan bimbingan dan konseling menggunakan teknologi informasi dalam melakukan pelayanan yaitu:
1.      Easy to use (Mudah digunakan)
2.      Easy to manage (mudah di atur)
3.      Simple (tidak rumit)
4.      Dynamic (dinamis)
Layanan dalam bimbingan dan konseling dengan adanya TI tidak hanya dapat dilakukan secara bertemu atau tatap muka saja, tetapi layanan bimbingan dan konseling juga dapat dilaksanakan secara tidak langsung, dengan memanfaatkan media atau teknologi yang ada. Metode penggunaan dalam memberikan layanan diantaranya sebagai berikut:

1.      Online
Online mengandung arti telekomunikasi peer to peer yang membuat dua orang terhubung.   E-counseling adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses konseling secara online. Layanan ini merupakan upaya yang dapat digunakan konselor untuk mengurangi masalah yang dihadapi oleh konseli. Beberapa cara yang dapat digunakan diantaranya:
a.       Web Blog
Teman-teman pasti sudah mengerti ya apa itu Web Blog..
Dalam bimbingan konseling Web Blog merupakan penyedia informasi bagi konseli tentang semua hal yang dibutuhkan untuk mengembangkan dirinya. Misalnya terkait dengan informasi karir, dan sebagainya
b.      Website
Merupakan sebuah situs web yang dirancang dan dibangun khusus untuk pelayanan konseling. Disini, konseli dapat melakukan prosedur registrasi dan dapat layanan konseling yang lebih lengkap, serta didukung oleh aplikasi lain, seperti Email, Chating, Video Conference, dan lain-lain.
c.       Social Media
Aplikasi ini dapat diakses dengan mudah melalui handphone yang terkoneksi internet. Dengan social media kita dapat melakukan layanan konseling, baik individu maupun kelompok. Dengan aaplikasi ini, didalamnya dapat terjalin diskusi, sharing, berkirim pesan, chating, dan membuat group atau forum. Konselor dapat menggunakan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan.
d.      Chating/Instan Messanger
Metode ini biasanya digunakan untuk proses konseling jarak jauh, berkirim pesan cepat dilengkapi dengan video. Digunakan apabila ada seseorang yang memerlukan penanganan dengan segera tetapi terhalang jarak dan waktu. Contoh aplikasinya seperti Mrc, Mig33, Yahoo Mesanger, dan lain-lain. 
e.       Email
Email merupakan salah satu media yang dianggap cepat dan terjaga privasinya untuk menyampaikan curahan hati kepada konselor. Konseling melalui Email sering disebut Email Therapy.
f.       Short Message Service (SMS)
Adalah media yang paling digemari, karena dengan menggunakan SMS akan semakin terjangkau perangkat yang dibutuhkan guna tersampainya pesan yang ingin disampaikan dari klien kepada konselor ataupun sebaliknya.
Dari beberapa metode yang telah disebutkan, sebenarnya masih banyak metode lain yang dapat digunakan dalam layanan koseling. Oh iya gaess….. selain metode online, kita juga dapat menggunakan metode ofline ya, untuk lebih jelasnya mari kita ke pembahasan selanjutnya

2.    Ofline
Penggunaan teknologi dalam layanan bimbingan dan konseling dengan metode ofline, lebih kepada pemanfaatan computer sebagai media pengolahan data serta alat bantu dalam layanan bimbingan dan konseling. Misalnya dengan menggunakan berbagai program computer seperti Microsoft Power Point,  Video Player, dan beberapa media interaktif lain dalam melayani siswa. Serta beberapa program pengolah data seperti Microsoft Excel, Microsoft Access, serta visual Basic kini tersedia terutama dalam membantu konselor dengan menampilkan layanan yang prima terhadap klien.
B.     Implementasi Cyber Counseling

Menurut Linda Eriyanti (2012), implementasi Cyber Counseling dapat dilaksanakan melalui kegiatan:
a.       Marketing Layanan Konseling
Adalah sosialisasi konseling maya kepada berbagai pihak dengan tujuan agar model konseling maya ini dapat diketahui secara meluas oleh public. Caranya dapat melalui iklan, internet, brosur, dan lain-lain.
b.      Penyampaian layanan konseling
Yaitu layanan proses dan penilaian konseling dengan menggunakan internet dalam berbagai lingkup layanan seperti karir, priadi, social, dan sebagainya. Layanan konseling dapat berupa penyampaian informasi, pengumpulan data, penyelesaian berbagai masalah, dan sebagainya.
c.       Penyediaan materi “Self Help”
Adalah seperangkat materi yang dapat memberikan layanan sedemikian rupa, dan konseli dapat bertindak secara mandiri dengan dipandu oleh materi Self Help.
d.      Supervisi dan riset
Adalah kegiatan untuk memberikan supervise kepada seorang konselor yang menggunakan internet untuk mengevaluasi langkah yang telah ditempuh, serta tindak lanjut untuk kedepannya.

Beberapa masalah yang timbul dan harus diwaspadai secara cermat antara lain:
1.      Isu-isu etika, hal-hal yang terkait adalah:
-          Kerahasiaan
-          Validitas data
-          Penyalahgunaan computer atau konselor
-          Kurangnya pemahaman konselor terkait lokasi dan lingkungan konseli
-          Keseimbangan akses terhadap internet dan jalan raya informasi
-          Kepedulian terhadap kerahasiaan pribadi
-          Kredibilitas konselor

C.    Manfaat TI Dalam Layanan Bimbingan dan Konseling
Sebagai siswa atau konseli sebagai subyek yang mendapatkan pelayanan bimbingan dan konseling:
1.      Memicu ketertarikan minat untuk mengikuti bimbingan dan konseling dengan penuh dukungan minat, sikap, perhatian, motivasi. Sehingga merasa betah untuk melibatkan dirinya dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling.
2.      Memperoleh kemudahan proses, efisiensi waktu dan tenaga dalam kegiatan, karena dengan menggunakan media dengan berbasis TI dapat menghilangkan kebosanan
Selain itu, manfaat TI bagi konselor adalah:
a.       Menjadikan konselor sebagai pribadi yang terlatif, efektif, dan efisien dalam penggunaan ICT
b.      Menjadikan konselor sebagai pendidik yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan dan penggunaan TI
c.       Menjadikan konselor lebih terampil terhadap tren penggunaan teknologi dalam bimbingan dan konseling
d.      Menjadikan konselor memiliki kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber teknologi yang dapat digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling
e.       Meningkatkan kemampuan asesmen terhadap efektifikas penggunaan media computer dalam penyelenggaraan bimbingan dan konseling

SUMBER :
Eriyanti, Linda. 2012. Teknologi Informasi Dalam Bimbingan dan Konseling. tersedia di febryrambe252.blogspot.com/2016/10/pelayanan-konseling-berbasis-ti.html?m=1

22 komentar:

  1. πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  2. πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  3. tambahin animasi kakak
    biar tambah menarik

    BalasHapus
  4. Jadi sebagai guru bk kita harus updet terus ya min artinya? Biar ga ketinggalan zaman, dan bisa menyeimbangkan anak2 millenials

    BalasHapus
  5. Keren kak
    Sangat bermanfaat
    Gamsahamnida eonnie~

    BalasHapus
  6. Mantap..sangat bermanfaat bagi yg lain

    BalasHapus
  7. Sesui perkembangan teknologi πŸ‘

    BalasHapus

TIPS MEMILIH PERGURUAN TINGGI             Hai gaess…. Pada pembahasan kali ini aku akan kasih sedikit tips ni, untuk kalian yang aka...