PEMAHAMAN INDIVIDU
Pengertian
pemahaman individu
Menurut Aiken (1997) pemahaman individu diartikan sebagai “Appraising the presence or magnitude of one or more personal characteristic.assessing human behavior and mental processes includes such procedures as observations, interviews, rating scale, checklist, inventories, projective techniques, and tests” dapat diidentifikasi bahwa pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami, menilai, atau menaksir karakteristik, potensi, dan masalah-masalah atau gangguan-gangguan yang ada pada individu atau kelompok. Cara yang digunakan melalui observasi, interview, skala penilaian, daftar cek, inventori, projektif, dan beberapa jenis tes.
Menurut Aiken (1997) pemahaman individu diartikan sebagai “Appraising the presence or magnitude of one or more personal characteristic.assessing human behavior and mental processes includes such procedures as observations, interviews, rating scale, checklist, inventories, projective techniques, and tests” dapat diidentifikasi bahwa pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami, menilai, atau menaksir karakteristik, potensi, dan masalah-masalah atau gangguan-gangguan yang ada pada individu atau kelompok. Cara yang digunakan melalui observasi, interview, skala penilaian, daftar cek, inventori, projektif, dan beberapa jenis tes.
Pemahaman dan penilaian itu dimaksudkan
untuk kepentingan pemberian bantuan bagi pengembangan potensi yang ada atau
penyelesaian masalah yang dihadapi. Perlunya pemahaman individu dalam dalam
bimbingan dan konseling sebagai berikut:
a. Di
dalam bimbingan dan konseling, kita tidak mungkin dapat memberikan pertolongan
kepada seseorang sebelum kita kenal atau paham dengan orang tersebut
b. Salah
satu yang penting dalam bimbingan dan konseling adalah memahami individu secara
keseluruhan baik dari segi masalah maupun latar belakangnya.
Pemahaman individu dalam layanan
bimbingan dan konseling bertujuan agar:
1. Kita
semakin mampu menerima keadaan individu, kekurangan dan kelebihan yang dimiliki
2. Kita
semakin mampu memperlakukan siswa sebagaimana mestinyadalam arti lain mampu
memberikan bantuan seperti yang dikehendaki siswa
3. Kita
terhindar dari gangguan komunikasi, sehingga mampu menciptakan relasi yang
semakin baik
Apa yang perlu dikenal dari setiap sasaran?
Mari kita lanjutkan pembahasan berikut ini. Yang perlu dikenal dari sasaran
atau individu adalah sebagai berikut:
a. Mengenal
pribadinya (hakikat individu dan kebutuhannya)
b. Mengenal
masalah dan perkembangannya
c. Mengenal
reaksi individu dalam menghadapi masalah
d. Mengenal
cara individu dalam menghadapi masalah
Dalam melakukan asesmen, dapat digunakan berbagai instrument yang dikelompokkan
menjadi dua, yaitu dengan cara tes dan non tes.menurut Anastasi (2006) kedua
alat tersebut dapat berfungsi saling melengkapi, artinya kepada individu
setelah dilakukan wawancara atau observasi kemudian lanjut ke teknik tes, atau
sebaliknya.
Aiken (1997) dalam bukunya menunjukkan
bahwa manusia pada kenyataannya berbeda-beda dalam kemampuan berfikirnya,
karakter pribadinya, dan tingkah lakunya. Semua itu dapat di ukur melalui
bermacam-macam cara. Aiken berpendapat bahwa ada beberapa jenis tes,
diantaranya sebagai berikut:
1. Dilihat
dari penyusunannya, tes dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu
- Tes Standar, adalah tes yang disusun
oleh para ahli dan diperoleh dari hasil uji coba dengan sampel yang
representative dari populasi dimana tes tersebut digunakan, ia memiliki instruksi dan scoring atau norma penilaian yang pasti.
-
Tes Non Standar, adalah tes yang disusun
oleh guru disekolah
2.
Dilihat dari jumlah subyek yang dikenai
tes
-
Tes individu, adalah tes yang dikenakan
pada satu orang testee
-
Tes kelompok, dapat dilakukan untuk
beberapa orang
3.
Dilihat dari waktu yang disediakan
-
Tes kecepatan, yaitu tes yang terdiri
dari sejumlah banyak item yang mudah, tetapi waktunya dibatasi hampir tidak ada
orang yang dapat menyelesaikan semua soal
-
Tes kemampuan, tes ini berisi beberapa
item yang sangat sulit dan memerlukan pengetahuan yang sangat luas, waktu yang
diberikan tidak sesempit tes kecepatan.
4. Dilihat dari cara koreksinya
-
Tes obyektif, adalah tes yang kunci
jawabannya telah ditetapkan sehingga bisa dikoreksi oleh siapapun
-
Tes non objektif, adalah tes yg standar
skornya benar-benar subyektif, lain orang yang mengoreksi maka lain pula hasilnya.
5. Dilihat
dari isinya atau tugas yang dikerjakan
-
Tes verbal, berupa kata-kata, diagram,
atau teka-teki
- Tes perbuatan, tes yang mengharuskan
testee memainkan atau menggerakan obyek, seperti pasak dalam lubang, menyusun
benda-benda
6. Dilihat
dari proses mental
-
Tes kognitif, adalah tes yang mengukur
proses dan hasil aktifitas mental, dan juga tes prestasi dan kecerdasan. Tes
prestasi mengukur pengetahuan akademik dan pekerjaan, fokusnya pada perubahan
perilaku seseorang setelah ia belajar. Sedangkan tes kecerdasan, memusatkan
pada perilaku yang akan datang, yaitu bagaimana kemampuan belajar seseorang.
-
Tes Affective,
yaitu tes yang dirancang untuk mengukur minat, sikap, nilai-nilai, motiv,
temperament, dan sifat, serta hal-hal yang tidak termasuk kategori selain
kecerdasan.
SUMBER
:
Rahardjo, susilo dan Gudnanto. 2013. Pemahaman Individu Teknik Non Tes. Jakarta:
Prenada Media Group
Sutoyo, Anwar. 2014. Pemahaman Individu (Observasi, Cheklis,
Interview, Kuesioner, Sosiometri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Saya suka tulisan ini dan orang nya
BalasHapusNice kak
BalasHapus👍 ditunggu topik selanjutnya
BalasHapusNice👌
BalasHapusMenarik 👍
BalasHapusMenarik 👍
BalasHapusBagus 👍
BalasHapusPenulisannya objektif dan bahannya tidak baku, Perfect
BalasHapusLuar biasa bermanfaat sekali kak
BalasHapusMudah di pahami orang awam. Semoga dapat memberikan edukasi kepada yg lain nya. Mantapp lanjutkan
BalasHapusMenarik kak
BalasHapusThe best
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapus