Jumat, 15 November 2019




PEMAHAMAN INDIVIDU



       Pengertian pemahaman individu 

                     Menurut Aiken (1997) pemahaman individu diartikan sebagai “Appraising the presence or magnitude of one or more personal characteristic.assessing human behavior and mental processes includes such procedures as observations, interviews, rating scale, checklist, inventories, projective techniques, and tests” dapat diidentifikasi bahwa pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami, menilai, atau menaksir karakteristik, potensi, dan masalah-masalah atau gangguan-gangguan yang ada pada individu atau kelompok. Cara yang digunakan melalui observasi, interview, skala penilaian, daftar cek, inventori, projektif, dan beberapa jenis tes.
Pemahaman dan penilaian itu dimaksudkan untuk kepentingan pemberian bantuan bagi pengembangan potensi yang ada atau penyelesaian masalah yang dihadapi. Perlunya pemahaman individu dalam dalam bimbingan dan konseling sebagai berikut:
a.       Di dalam bimbingan dan konseling, kita tidak mungkin dapat memberikan pertolongan kepada seseorang sebelum kita kenal atau paham dengan orang tersebut
b.      Salah satu yang penting dalam bimbingan dan konseling adalah memahami individu secara keseluruhan baik dari segi masalah maupun latar belakangnya.
Pemahaman individu dalam layanan bimbingan dan konseling bertujuan agar:
1.      Kita semakin mampu menerima keadaan individu, kekurangan dan kelebihan yang dimiliki
2.      Kita semakin mampu memperlakukan siswa sebagaimana mestinyadalam arti lain mampu memberikan bantuan seperti yang dikehendaki siswa
3.      Kita terhindar dari gangguan komunikasi, sehingga mampu menciptakan relasi yang semakin baik
Apa yang perlu dikenal dari setiap sasaran? Mari kita lanjutkan pembahasan berikut ini. Yang perlu dikenal dari sasaran atau individu adalah sebagai berikut:
a.       Mengenal pribadinya (hakikat individu dan kebutuhannya)
b.      Mengenal masalah dan perkembangannya
c.       Mengenal reaksi individu dalam menghadapi masalah
d.      Mengenal cara individu dalam menghadapi masalah

Dalam melakukan asesmen, dapat digunakan berbagai instrument yang dikelompokkan menjadi dua, yaitu dengan cara tes dan non tes.menurut Anastasi (2006) kedua alat tersebut dapat berfungsi saling melengkapi, artinya kepada individu setelah dilakukan wawancara atau observasi kemudian lanjut ke teknik tes, atau sebaliknya.
Aiken (1997) dalam bukunya menunjukkan bahwa manusia pada kenyataannya berbeda-beda dalam kemampuan berfikirnya, karakter pribadinya, dan tingkah lakunya. Semua itu dapat di ukur melalui bermacam-macam cara. Aiken berpendapat bahwa ada beberapa jenis tes, diantaranya sebagai berikut:
1.      Dilihat dari penyusunannya, tes dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu
-     Tes Standar, adalah tes yang disusun oleh para ahli dan diperoleh dari hasil uji coba dengan sampel yang representative dari populasi dimana tes tersebut digunakan, ia memiliki instruksi dan scoring atau norma penilaian yang pasti.
-          Tes Non Standar, adalah tes yang disusun oleh guru disekolah
2.        Dilihat dari jumlah subyek yang dikenai tes
-          Tes individu, adalah tes yang dikenakan pada satu orang testee
-          Tes kelompok, dapat dilakukan untuk beberapa orang
3.        Dilihat dari waktu yang disediakan
-          Tes kecepatan, yaitu tes yang terdiri dari sejumlah banyak item yang mudah, tetapi waktunya dibatasi hampir tidak ada orang yang dapat menyelesaikan semua soal
-          Tes kemampuan, tes ini berisi beberapa item yang sangat sulit dan memerlukan pengetahuan yang sangat luas, waktu yang diberikan tidak sesempit tes kecepatan.
4.       Dilihat dari cara koreksinya
-          Tes obyektif, adalah tes yang kunci jawabannya telah ditetapkan sehingga bisa dikoreksi oleh siapapun
-          Tes non objektif, adalah tes yg standar skornya benar-benar subyektif, lain orang yang mengoreksi maka lain pula hasilnya.
5.      Dilihat dari isinya atau tugas yang dikerjakan
-          Tes verbal, berupa kata-kata, diagram, atau teka-teki
-     Tes perbuatan, tes yang mengharuskan testee memainkan atau menggerakan obyek, seperti pasak dalam lubang, menyusun benda-benda
6.      Dilihat dari proses mental
-          Tes kognitif, adalah tes yang mengukur proses dan hasil aktifitas mental, dan juga tes prestasi dan kecerdasan. Tes prestasi mengukur pengetahuan akademik dan pekerjaan, fokusnya pada perubahan perilaku seseorang setelah ia belajar. Sedangkan tes kecerdasan, memusatkan pada perilaku yang akan datang, yaitu bagaimana kemampuan belajar seseorang.
-          Tes Affective, yaitu tes yang dirancang untuk mengukur minat, sikap, nilai-nilai, motiv, temperament, dan sifat, serta hal-hal yang tidak termasuk kategori selain kecerdasan.

SUMBER :
Rahardjo, susilo dan Gudnanto. 2013. Pemahaman Individu Teknik Non Tes. Jakarta: Prenada Media Group
Sutoyo, Anwar. 2014. Pemahaman Individu (Observasi, Cheklis, Interview, Kuesioner, Sosiometri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

13 komentar:

TIPS MEMILIH PERGURUAN TINGGI             Hai gaess…. Pada pembahasan kali ini aku akan kasih sedikit tips ni, untuk kalian yang aka...