Selasa, 12 November 2019


PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO BIMBINGAN KONSELING UNTUK MENGURANGI PERILAKU BULLYING PADA SISWA SMA



Bullying kata yang sudah tidak asing lagi untuk kita dengar, banyak juga kasus-kasus yang berkaitan dengan bullying. Dalam kutipan saya kali ini yang bertemakan pengembangan media video untuk mengurangi bullying pada peserta didik, bertujuan untuk mengetahui gambaran kebutuhan pengembangan media video bimbingan konseling untuk mengurangi perilaku bullying, mengetahui prototype (model kerja dasar pengembangan sebuah program) media video bimbingan konseling untuk mengurangi perilaku bullying yang valid dan acceptable (dapat diterima), mengetahui keberterimaan media video bimbingan konseling untuk mengurangi perilaku bullying.
Bullying yang disebut KPAI sebagai bentuk kekerasan di sekolah, mengalahkan tawuran pelajar, diskriminasi pendidikan, ataupun aduan pungutan liar. Pelaku memiliki kekuatan yang lebih tinggi sehingga mereka dapat mengatur orang lain yang lebih lemah. Namun tidak menutup kemungkinan bullying dapat dilakukan oleh teman sekelas baik perseorangan maupun kelompok. Peserta didik perlu memahami bahwa pelaku bullying (bully) biasanya ingin melihat targetnya menjadi emosi. Jadi sangat baik jika tetap bersikap tenang dan jangan membuat bully senang karena bisa membuat korbannya marah.
Perilaku bullying harus dihentikan setidaknya mengurangi tindakan bullying disekolah karena diketahui bullying memiliki efek negatif terhadap kelangsungan hidup peserta didik, diantaranya di Indonesia ditemui kasus-kasus bullying yang menyebabkan korban terluka bahkan meninggal. Bullying menyebabkan stress pada peserta didik, kurangnya kepercayaan diri, kesepian dan gangguan kecemasan. Bullying mempengaruhi relasi sosial, anak yang merasa ditolak bisa menarik diri dari hubungan sosial yang berakibat mereka tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sosial yang dibutuhkan.  Selain itu, berpengaruh negatif terhadap semangat dan pembelajaran dan prestasi peserta didik.
Guru BK merasa memerlukan alat bantu berupa media video untuk mengurangi perilaku bullying di sekolah yang kian marak terjadi. Penggunaan media bisa dikatakan jarang dimanfaatkan dalam kelas. Adapun upaya bimbingan dan konseling yang dilaksanakan oleh guru BK di sekolah untuk mengurangi perilaku bullying adalah melalui layanan informasi. Guru BK memberikan berbagai informasi mengenai bahaya bullying menggunakan buku ajar yang bagi para peserta didik sangat membosankan. Materi tersebut hanya memberi sedikit penjabaran dan hanya berkutat tentang tenggang rasa dan sopan santun. Namun, hal tersebut dirasa belum efektif sebab yang diberikan hanyalah dalam bentuk layanan informasi yang sulit dipahami siswa. Layanan informasi di kelas tidak pernah memanfaatkan media apapun. Oleh karena itu digunakan media video agar peserta didik lebih tertarik untuk mengikuti pemberian layanan sehingga berkurangnya perilaku bullying. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru BK ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu. Bahkan keabstrakan  bahan dapat dikonkretkan dengan kehadiran media. Media video ini merupakan salah satu media yang dapat memberikan dampak yang positif  jika digunakan dengan baik karena penggunaan media video memiliki manfaat selain meningkatkan minat peserta didik dalam mengikuti kegiatan, dan peserta didik sendiri sebagian besar lebih cenderung menyukai hal yang  berhubungan dengan visual. Media Video meningkatkan partisipasi dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa, Video dapat menjelaskan konten lebih nyata sehingga menjadi penting dalam memberikan pesan layanan kepada siswa.
Video yang diberikan berisi gambaran kepada peserta didik tentang dampak negatif bullying bagi pelaku dan korban. Video cocok diberikan kepada siswa karena mampu memperlihatkan objek dan peristiwa dengan tingkat akurasi dan realisme yang tinggi. Disamping itu, media video memiliki kemampuan untuk memperluas wawasan pengetahuan siswa dengan menampilkan informasi, pengetahuan baru dan pengalaman belajar yang sulit diperoleh secara langsung oleh siswa. Siswa belajar melalui media ajar yang disajikan secara audio visual sehingga lebih memberikan gambaran langsung yang lebih dalam dan menyentuh perasaan. Perasaan siswa akan tersentuh jika diposisikan sebagai pelaku maupun korban bullying. Video dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar memahami apa itu perilaku bullying, bentuk-bentuk bullying, akibat bullying, dan contoh upaya kesadaran anti bullying.   Dengan kata lain, video mengandung pengetahuan dan nilai-nilai edukasi agar siswa sadar bahwa tindakan bullying harus diperangi atau dihentikan. Bagi siswa yang sudah terbiasa melakukan bullying, video ini membantu anak untuk menyadarkan bahwa tindak bullying yang telah dilakukan adalah tidak baik.  Video memiliki kelebihan merespon kembali perasaan, emosi dan masalah yang dihadapi klien melalui penayangan video. Video efektif membantu mengatasi masalah klien yang dihadapi melalui penayangan video yang sesuai dengan masalah klien.
A.    Gambaran Kebutuhan Pengembangan Media Video Bimbingan Konseling Untuk Mengurangi Perilaku Bullying di Sekolah.
Rangkaian kegiatan dalam pengembangan media video bimbingan konseling ini diawali dengan asesmen kebutuhan. Asesmen kebutuhan ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran awal pelaksanaan layanan peminatan di tingka menengah atas dan  khususnya mengenai berbagai kendala yang dialami oleh guru BK terkait layanan informasi untuk mengurangi perilaku bullying siswa di sekolah. Berdasarkan hasil asesmen kebutuhan maka dianggap penting untuk melaksanakan pengembangan media video bimbingan konseling untuk mengurangi perilaku bullying di SMA. Berdasarkan hal tersebut maka sangatlah penting untuk mendesain dan mengembangkan media video bimbingan konseling. Media aplikasi media video bimbingan konseling ini nantinya diharapkan dapat menjadi alat bantu yang efektif dan efisien bagi guru BK dan siswa untuk mengurangi perilaku bullying siswa.
B.     Prototipe Media Video Bimbingan Konseling untuk Mengurangi Perilaku Bullying di Sekolah yang Valid dan Acceptable
Media video bimbingan konseling yang dikembangkan merupakan suatu layanan bimbingan dan konseling dengan menggunakan media berupa video dan panduan bagi guru bk. Media video bimbingan konseling ini berisi adegan penyebab, akibat dan solusi dari perilaku bullying sedangkan panduan bagi guru bk berisi langkah-langkah pelaksanaan media video bimbingan konseling. Kelayakan media dan panduan divalidasi oleh  ahli, Validasi ahli atau expert judgement bertujuan untuk memperoleh model yang memiliki kegunaan, kelayakan, dan ketepatan yang diperlukan untuk memberikan keyakinan bahwa model tersebut tepat dapat mengubah atau mengembangkan perilaku tertentu sebagaimana yang dimaksud oleh peneliti. Validasi ahli model ini dilakukan melalui pertimbangan atau penilaian ahli (expert judgement) dalam bidang yang berkaitan dengan model ini yakni dalam bidang bimbingan dan konseling, dan ahli media.

        

           Sumber:
Rahman, Agrianur. (2018). Pengembangan Media Video Bimbingan Konseling untuk  Mengurangi Perilaku Bullying. Jurnal Psikologi Pendidikan & Konseling. 4. 129-136.

20 komentar:

  1. Sangat bermanfaat sekali kak, terimakasih ya

    BalasHapus
  2. Upload terus ya kak. Trimakasih sudah menambah pengetahuan saya

    BalasHapus
  3. rajin up
    kalo bisa tambahin gambar contohnya atau kasih video singkat
    semangat :)

    BalasHapus

TIPS MEMILIH PERGURUAN TINGGI             Hai gaess…. Pada pembahasan kali ini aku akan kasih sedikit tips ni, untuk kalian yang aka...