PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO BIMBINGAN
KONSELING UNTUK MENGURANGI PERILAKU BULLYING
PADA SISWA SMA
Bullying
kata
yang sudah tidak asing lagi untuk kita dengar, banyak juga kasus-kasus yang
berkaitan dengan bullying. Dalam
kutipan saya kali ini yang bertemakan pengembangan media video untuk mengurangi
bullying pada peserta didik, bertujuan
untuk mengetahui gambaran kebutuhan pengembangan media video bimbingan
konseling untuk mengurangi perilaku bullying, mengetahui prototype (model kerja
dasar pengembangan sebuah program) media video bimbingan konseling untuk
mengurangi perilaku bullying yang valid dan acceptable (dapat diterima), mengetahui
keberterimaan media video bimbingan konseling untuk mengurangi perilaku
bullying.
Bullying yang disebut KPAI sebagai
bentuk kekerasan di sekolah, mengalahkan tawuran pelajar, diskriminasi pendidikan,
ataupun aduan pungutan liar. Pelaku memiliki kekuatan yang lebih tinggi
sehingga mereka dapat mengatur orang lain yang lebih lemah. Namun tidak menutup
kemungkinan bullying dapat dilakukan oleh teman sekelas baik perseorangan
maupun kelompok. Peserta didik perlu memahami bahwa pelaku bullying (bully)
biasanya ingin melihat targetnya menjadi emosi. Jadi sangat baik jika tetap
bersikap tenang dan jangan membuat bully senang karena bisa membuat korbannya
marah.
Perilaku bullying harus dihentikan
setidaknya mengurangi tindakan bullying disekolah karena diketahui bullying
memiliki efek negatif terhadap kelangsungan hidup peserta didik, diantaranya di
Indonesia ditemui kasus-kasus bullying yang menyebabkan korban terluka bahkan
meninggal. Bullying menyebabkan stress pada peserta didik, kurangnya
kepercayaan diri, kesepian dan gangguan kecemasan. Bullying mempengaruhi relasi
sosial, anak yang merasa ditolak bisa menarik diri dari hubungan sosial yang
berakibat mereka tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan
sosial yang dibutuhkan. Selain itu,
berpengaruh negatif terhadap semangat dan pembelajaran dan prestasi peserta
didik.
Guru BK merasa memerlukan alat bantu
berupa media video untuk mengurangi perilaku bullying di sekolah yang kian
marak terjadi. Penggunaan media bisa dikatakan jarang dimanfaatkan dalam kelas.
Adapun upaya bimbingan dan konseling yang dilaksanakan oleh guru BK di sekolah
untuk mengurangi perilaku bullying adalah melalui layanan informasi. Guru BK
memberikan berbagai informasi mengenai bahaya bullying menggunakan buku ajar
yang bagi para peserta didik sangat membosankan. Materi tersebut hanya memberi
sedikit penjabaran dan hanya berkutat tentang tenggang rasa dan sopan santun.
Namun, hal tersebut dirasa belum efektif sebab yang diberikan hanyalah dalam
bentuk layanan informasi yang sulit dipahami siswa. Layanan informasi di kelas
tidak pernah memanfaatkan media apapun. Oleh karena itu digunakan media video
agar peserta didik lebih tertarik untuk mengikuti pemberian layanan sehingga
berkurangnya perilaku bullying. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru
BK ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu. Bahkan keabstrakan bahan dapat dikonkretkan dengan kehadiran
media. Media video ini merupakan salah satu media yang dapat memberikan dampak
yang positif jika digunakan dengan baik
karena penggunaan media video memiliki manfaat selain meningkatkan minat
peserta didik dalam mengikuti kegiatan, dan peserta didik sendiri sebagian
besar lebih cenderung menyukai hal yang
berhubungan dengan visual. Media Video meningkatkan partisipasi dalam
meningkatkan keterampilan sosial siswa, Video dapat menjelaskan konten lebih
nyata sehingga menjadi penting dalam memberikan pesan layanan kepada siswa.
Video yang diberikan berisi gambaran
kepada peserta didik tentang dampak negatif bullying
bagi pelaku dan korban. Video cocok diberikan kepada siswa karena mampu
memperlihatkan objek dan peristiwa dengan tingkat akurasi dan realisme yang
tinggi. Disamping itu, media video memiliki kemampuan untuk memperluas wawasan
pengetahuan siswa dengan menampilkan informasi, pengetahuan baru dan pengalaman
belajar yang sulit diperoleh secara langsung oleh siswa. Siswa belajar melalui
media ajar yang disajikan secara audio visual sehingga lebih memberikan
gambaran langsung yang lebih dalam dan menyentuh perasaan. Perasaan siswa akan
tersentuh jika diposisikan sebagai pelaku maupun korban bullying. Video dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk
belajar memahami apa itu perilaku bullying, bentuk-bentuk bullying, akibat
bullying, dan contoh upaya kesadaran anti bullying. Dengan kata lain, video mengandung
pengetahuan dan nilai-nilai edukasi agar siswa sadar bahwa tindakan bullying
harus diperangi atau dihentikan. Bagi siswa yang sudah terbiasa melakukan
bullying, video ini membantu anak untuk menyadarkan bahwa tindak bullying yang
telah dilakukan adalah tidak baik. Video
memiliki kelebihan merespon kembali perasaan, emosi dan masalah yang dihadapi
klien melalui penayangan video. Video efektif membantu mengatasi masalah klien
yang dihadapi melalui penayangan video yang sesuai dengan masalah klien.
A. Gambaran
Kebutuhan Pengembangan Media Video Bimbingan Konseling Untuk Mengurangi
Perilaku Bullying di Sekolah.
Rangkaian kegiatan dalam pengembangan
media video bimbingan konseling ini diawali dengan asesmen kebutuhan. Asesmen
kebutuhan ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran awal pelaksanaan
layanan peminatan di tingka menengah atas dan khususnya mengenai berbagai kendala yang
dialami oleh guru BK terkait layanan informasi untuk mengurangi perilaku
bullying siswa di sekolah. Berdasarkan hasil asesmen kebutuhan maka dianggap
penting untuk melaksanakan pengembangan media video bimbingan konseling untuk
mengurangi perilaku bullying di SMA. Berdasarkan hal tersebut maka sangatlah
penting untuk mendesain dan mengembangkan media video bimbingan konseling.
Media aplikasi media video bimbingan konseling ini nantinya diharapkan dapat
menjadi alat bantu yang efektif dan efisien bagi guru BK dan siswa untuk
mengurangi perilaku bullying siswa.
B. Prototipe
Media Video Bimbingan Konseling untuk Mengurangi Perilaku Bullying di Sekolah yang Valid dan Acceptable
Media video
bimbingan konseling yang dikembangkan merupakan suatu layanan bimbingan dan
konseling dengan menggunakan media berupa video dan panduan bagi guru bk. Media
video bimbingan konseling ini berisi adegan penyebab, akibat dan solusi dari
perilaku bullying sedangkan panduan bagi guru bk berisi langkah-langkah
pelaksanaan media video bimbingan konseling. Kelayakan media dan panduan
divalidasi oleh ahli, Validasi ahli atau
expert judgement bertujuan untuk memperoleh model yang memiliki kegunaan,
kelayakan, dan ketepatan yang diperlukan untuk memberikan keyakinan bahwa model
tersebut tepat dapat mengubah atau mengembangkan perilaku tertentu sebagaimana
yang dimaksud oleh peneliti. Validasi ahli model ini dilakukan melalui
pertimbangan atau penilaian ahli (expert judgement) dalam bidang yang berkaitan
dengan model ini yakni dalam bidang bimbingan dan konseling, dan ahli media.
Sumber:
Rahman, Agrianur. (2018). Pengembangan Media
Video Bimbingan Konseling untuk
Mengurangi Perilaku Bullying. Jurnal
Psikologi Pendidikan & Konseling. 4. 129-136.

Sangat bermanfaat sekali kak 🙂
BalasHapusMantap kaka
BalasHapusterimakasih kak sangat bermanfaat :)
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusterimakasih informasinya
BalasHapusNuhun ya poatingannya
BalasHapusMakasih banyak ya ilmunya.
BalasHapusSangat bermanfaat sekali kak, terimakasih ya
BalasHapusUpload terus ya kak. Trimakasih sudah menambah pengetahuan saya
BalasHapus👍
BalasHapusSangat bermanfaat..
BalasHapusSangat bermanfaat sekali kak.
BalasHapusMakin bertambah ilmunya.thx
BalasHapusGood qaqa sangat bermanfaat
BalasHapusrajin up
BalasHapuskalo bisa tambahin gambar contohnya atau kasih video singkat
semangat :)
Terima kasih kak masukkannya👍
HapusNice kak. Lanjutkeun👍
BalasHapusSangat bermanfaat sekali kak
BalasHapusBagus dan Bermanfaat :)
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapus